Bina OSIS tanpa diskriminasi SLB TNCC Gelar Pemilihan pengurus lintas gender dan agama
SLB TNCC Banda Aceh kembali mengadakan kegiatan pemilihan ketua OSIS yang merupakan salah 1 elemen pemenuhan dalam standar nasional pendidikan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026 ini diikuti oleh 94 orang yang terdiri atas 59 siswa dan 35 orang Guru/Tenaga Kependidikan.
Pembina OSIS Rahmah Tina,S.Pd.,Gr menyampaikan bahwa 3 orang Calon ketua OSIS terdiri atas 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Hal ini merupakan upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam organisasi sekolah. Selain itu salah satu calon juga beragama Budha dengan hambatan ADHD namun memiliki kemampuan yang cukup mumpuni untuk aktif dalam organisasi walaupun di jenjang SLB sehingga kesempatan untuk mencalonkan diri pun terbuka. Tina Berharap kriteria yang ditetapkan tahun ini akan membawa Ketua terpilih dan pengurus nantinya bisa lebih berkualitas dan bekerja dengan massif.
Sementara itu PLT Wakasis Liwaul Hamdi,S.Pd.,Gr menyampaikan kegiatan OSIS ini bukan sekadar agenda rutin tahunan sekolah melainkan bentuk nyata pembelajaran berdemokrasi di lingkungan sekolah. Melalui acara ini, peserta didik sedang belajar menggunakan hak suara dengan bijak, menghargai perbedaan pilihan, dan memahami arti penting sebuah tanggung jawab
Dalam sambutannya Kepala SLB TNCC DM.Ria Hidayati, S.Psi, M.Ed,.Gr mengatakan, kegiatan OSIS ini merupakan salah satu program kesiswaan yang mewadahi kegiatan pengembangan rohani, sosial dan juga bakat minat siswa. Pengurus OSIS juga dibentuk sebagai wujud pemenuhan tuntutan dari 8 SNP yang sangat berpengaruh terhadap lulusan di satuan pendidikan. Kegiatan ini sangat mengharukan karena walaupun siswa berkebutuhan khusus tapi dapat merasakan momen pemilihan OSIS seperti sekolah umum. Kegiatan ini juga diselenggarakan dengan cara pemilihan yang sama dengan pemilu seperti ada orasi, pemungutan suara menggunakan kertas dan kotak suara serta ada perhitungan suara di sesi akhir. “Ini adalah upaya pemenuhan hak anak yaitu partisipasi dan lintas gender juga agama sehingga semua dapat kesempatan untuk mengembangkan diri”, ujarnya.
Setelah orasi dilakukan oleh ketiga calon maka dilakukan pemungutan suara dimana seluruh peserta didik dan guru memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi sebagai calon maupun sebagai pemilih.
Adapun hasil perhitungan surat suara mengantarkan Chiko Adelio (kelas 9 : 47 suara), Tsabita Aisyifa (kelas 10 : 23 suara), TM Farih Asykar (kelas 8: 21 suara) dan 3 surat suara rusak. Ketua terpilih adalah Chiko siswa dengan ketunaan ADHD dari etnis tionghoa dan beragama Budha dan pertama kali memimpin organisasi siswa di SLB TNCC. Setelah dinyatakan terpilih, Chiko juga langsung diberikan SK penetapan pengurus OSIS oleh kepala sekolah agar secara resmi dapat menjalankan tugasnya. Adapun Syifa dan Farih secara otomatis menjabat sebagai Sekretaris dan Bendahara OSIS SLB TNCC tahun 2026/2027.
“Tahun ini kita mencoba lebih fleksibel dan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk para guru mencalonkan siswa dari kelasnya walaupun berbeda agama dan gender. Kita berharap program OSIS ke depannya juga lebih massif dan bermanfaat. Soal agama tidak akan dicampur aduk karena bisa ada delegasi tugas dari ketua ke pengurus lainnya jika diperlukan”, tutup Ria.
Pemilihan pengurus OSIS di SLB TNCC akan terus dilaksanakan secara konsisten dengan kualitas yang semakin baik. Keyakinan bahwa Sekolah adalah wadah untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, serta tidak membeda-bedakan latar belakang agama, suku, maupun jenis kelamin juga menjadi penguat niat untuk pengembangan kompetensi siswa berkebutuhan khusus secara konsisten.






