Berita


SLB TNCC TAMPILKAN BERAGAM KARYA GURU DAN PESERTA DIDIK DALAM BAZAAR UMKM FESTIVAL QRIS 2026

Banda Aceh, 17 Agustus 2026 — Kreativitas dan potensi warga sekolah luar biasa kembali mendapat ruang untuk dikenal lebih luas. SLB TNCC turut berpartisipasi dalam Bazaar UMKM Festival QRIS 2026 dan Pekan QRIS Nasional 2026 yang berlangsung pada 16–17 Agustus 2026 di Halaman Parkir Pasar Aceh, tepatnya di depan BSI, Banda Aceh.

Keikutsertaan SLB TNCC dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperkenalkan berbagai hasil karya guru dan peserta didik kepada masyarakat. Melalui sebuah stand khusus, karya-karya tersebut ditampilkan sebagai gambaran nyata dari kreativitas, keterampilan, proses pembelajaran, serta potensi kewirausahaan yang terus dikembangkan di lingkungan SLB TNCC.

Kesempatan tersebut hadir melalui FKM BKA YWU yang memberikan ruang bagi SLB TNCC untuk menghadirkan dan memasarkan produk hasil karya peserta didik, produk kewirausahaan sekolah, maupun berbagai karya unggulan lainnya agar dapat dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat.

Pada bazaar tersebut ikut menampilkan media pembelajaran hasil karya guru yang menarik dan inovatif serta digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar (PBM). Media pembelajaran tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

berbagai produk yang dihasilkan oleh peserta didik SLB TNCC turut menjadi daya tarik tersendiri dalam stand bazaar. Beragam karya keterampilan ditampilkan, di antaranya strap aksesori berbahan manik-manik dan gantungan kunci berbahan resin.

Selain kerajinan tangan, stand SLB TNCC juga menampilkan lukisan hasil karya peserta didik. Melalui karya seni tersebut, peserta didik dapat menuangkan ide, imajinasi, dan ekspresi mereka dalam bentuk visual. Setiap lukisan menjadi gambaran bahwa peserta didik memiliki kemampuan dan potensi yang dapat terus berkembang ketika diberikan ruang dan kesempatan untuk berkarya.

Tidak hanya menghadirkan karya seni dan kerajinan, peserta didik SLB TNCC juga menampilkan karya yang mengangkat kekayaan budaya Aceh, yaitu payung kasab Aceh dan lukisan bermotif kasab.

Selama kegiatan berlangsung, stand SLB TNCC dijaga oleh guru yang bertugas memperkenalkan berbagai karya kepada pengunjung, memberikan informasi mengenai produk yang ditampilkan, sekaligus melayani proses penjualan.

" Bagi kami, setiap karya memiliki cerita. Ada proses belajar, ketekunan, kreativitas, dan keberanian anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka. Karena itu, ketika karya mereka dapat hadir dan diapresiasi di tengah masyarakat, kami melihatnya bukan hanya sebagai sebuah produk, tetapi sebagai bentuk dari potensi yang sedang tumbuh. Kami ingin terus membuka ruang agar anak-anak kami berani berkarya, percaya pada kemampuan dirinya, dan memahami bahwa karya mereka juga memiliki nilai serta tempat di masyarakat.” Tutur Ria sebagai Kepala sekolah

Keikutsertaan dalam bazaar ini pada akhirnya bukan hanya tentang memasarkan produk, tetapi juga tentang membuka ruang apresiasi dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan mereka kepada masyarakat.

keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk menunjukkan bahwa karya dari lingkungan pendidikan luar biasa memiliki tempat di tengah masyarakat.