PRODUK PANGAN TIDAK SEHAT BERDAMPAK PADA KESEHATAN DAN TIDAK OPTIMALNYA PROSES BELAJAR SISWA AUTISME

Sebagian besar anak Autisme kondisi kesehatan mereka tidaklah baik, hal ini dipicu oleh makanan yang kurang sehat atau kurang cocok bagi mereka. Mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang tidak baik bagi mereka, membuat kondisi kesehatan anak dengan autisme akan menurun. Kondisi tubuh yang tidak optimal tentunya sangat mempengaruhi fokus dan kesiapan anak Autisme memasuki ranah sekolah atau belajar. Hal-hal seperti fokus, trantrum dan lainnya akan muncul dan mempengaruhi mood serta munculnya perilaku negatif sesuai karakteristik atau ciri masing-masing yang dimiliki oleh Autisme. 

Dikutip dari buku yang berjudul Autisme dan Perang Pangan yang ditulis oleh Prof. Dr. F. G. Winarno, ada beberapa produk pangan yang harus dihindari atau dikonsumsi oleh anak dengan Autisme yaitu :

1. Gula
Jenis produk pangan ini bersifat glycemic, yang berarti produk tersebut cepat sekali meningkatkan kadar gula dalam darah. Apabila kadar gula dalam darah meningkat, tubuh harus memproduksi dan mengeluarkan hormon insulin dalam jumlah besar yang akan cepat menurunkan kadar gula dalam darah sehingga kadar gula dalam darah menjadi sangat rendah. Tenunan otak organ tubuh yang merupakan sistem pertama yang akan terpengaruh dengan drastisnya perubahan kadar gula dalam darah. Pada saat kadar gula dalam darah turun drastis, terjadilah kondisi yang disebut brain fog. Dalam kondisi tersebut, anak jadi resah, irritability, lapar, pusing dan sangat menginginkan makanan yang mengandung banyak gula.

2. Soda
Minuman bersoda baik yang berlabel diet maupun tidak, merupakan produk yang akan mendatangkan masalah. Keduanya bermaslah karena mengandung kadar phosphor yang tinggi. Terlalu banyak senyawa phosphor dapat mngikat beberapa jenis mineral sehingga mengakibatkan mineral tersebut tidak mungkin digunakan atau tidak berguna lagi bagi tubuh. Phosphor menguras kalsium, megnesium, kalium, zat besi, kromium, mangan, klorida dan vitamib yang larut dalam air seperti vitamin C dan B. Berbeda dengan minuman elektrolit yang ada, soda justru merupakan jenis minuman penguras elektrolit. Soda merampas senyawa-senyawa gizi yang tersimpan dalam tubuh. Kadar mineral dan vitamib menjadi rendah dalam tubuh anak dengan Autisme. Anak autis menderita kekurangan gizi yang sangat signifikan dan kebutuhan mereka akan zat-zat gizi melebihi standar normal.

3. Garam
Secara umum tekanan darah anak autis lebih rendah dibandingkan anak normal dengan keseimbangan tubuh yang tidak baik dan sering pusing. Gejala tersebut merupakan tanda bahwasannya fungsi adrenalinnya menurun (bukan penyakit adrenalin). Secar fisiologis, adrenalin memerlukan garam. Karena itu bagi anak dengan autisme, garam merupakan senyawa gizi yang penting. Akan tetapi perlu dicatat bahwasannya garam NaCl berbeda dengan garam penyedap. Garam pengawet tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan merupakan bahan tambahan pangan yang justru harus dihindari. Klorida merupakan senyawa yang diperlukan bagi fungsi sel, juga untuk menjaga keseimbangan dan distribusi cairan tubuh serta merupakan bagian dari asam pencernaan (hydrochlorichid-HCL), tetapi senayawa klorida terus menurun melalui keringat, muntah dan diare. Garam nutrium pengawet seperti nitrit, benzoat, MSG biasanya tidak dapat dikelola oleh anak-anak dengan autisme.

4. Kedelai
Kedelai merupakan komponen utama produk HVP (hydrolyzed vegetable glutamate), lecithin, mono dan diglycerida, MSG (monosodium glutamate) dan vitamin E yang sebagian besar diproduksi dari kedelai. Saat ini sebagian besar produk kedelai mengalami proses modifikasi genetik yang disebut GMO (Geneticcally Modified Organism). Untuk menu anak Autis, non GMO food lebih baik bila tersedia. Kedelai untuk beberapa anak tetap menjadi allergen yang umum tidak mudah ditolerir oleh beberapa anak. Bila dicerna dapat menghasilkan bentuk peptida yang membayakan. Baik yang tidak alergi sumber kedelai yang terbaik adalah kedelai organik termasuk edamame dan hasil fermentasinya seperti tempe, tahu, miso dan yuba.

5. Pangan organik
Pertanian organik menjaga kelesatarian sumber hayati alamiah dan melakukan daur ulang bahan alamiah serta melindungi ekosistem dan mencegah terkontaminasinya tanaman, lahan pertanian dan sumber air oleh mikroba. Khususnya mikroba patogen bagi tanaman dan ternak. Cemaran berbahaya meliputi logam berat serta residu yang beracun. Sebagai pedoman, disarankan untuk tidak mengkonsumsi produk pangan organik. Alasannya, anak autisme memilki proses metabolisme yang tidak efesien dan memberatkan sistem biologis mereka. Dengan mencerna pestisida, additive, kontaminan dan racun dapat meningkatkan beban bera yang sudah ada

Berdasarkan paparan di atas baiknya sangat dianjurkan bagi anak dengan autisme menghindari untuk mengkonsusi beberapa jenis makanan di atas. Makanan yang dapat memicu buruknya kondisi kesehatan anak autisme dan berujung pada munculnya masalah lainnya seperti kurangnya semangat, cepat lelah, pusing resah, irritability dan lapar, ujung dari masalah ini menimbulkan masalah lainnya sperti tidak siapnya kondisi anak untuk dapat belajar baik itu di rumah maupun di sekolah sehingga tidak optimalnya progres akademik anak dan kemandiriannya kedepannya sebab kondisi tubuh tidak fit. Konsumsi makanan sehat sesuai anjuran, bila perlu lakukan konsultasi pada dokter dirasa perlu dilakukan dengan konsisten untuk menghindari hal yang tidak baik di atas bagi anak dengan autisme.

Oleh : Wahyu Afriyola, S.Pd
27 Sepetember 2021


Kontak


Alamat :

Jl. Rajawali No. 5 Gp. Keuramat

Telepon :

085260805411

Email :

tncc.indonesia@gmail.com

Website :

slbtncc.sch.id

Media Sosial :

Berita Terbaru


Image

WISUDA KE-2 SLB TNCC TAHUN 2022

Image

AKU UNTUK SI ISTIMEWA

Image

Bukan Tak Sempurna

Image

Mereka Istimewa

Image

Ini Aku Bukan Dia

Youtube